Rabu, 26 November 2014

Perbedaan Organisasi Niaga dan Organisasi Sosial


PERBEDAAN ORGANISASI NIAGA DAN SOSIAL


Organisasi Niaga


Organisasi Niaga yaitu organisasi yang mempunyai tujuan utamanya suatu keuntungan

dalam organisasi itu sendiri. Bentuk-bentuk organisasi niaga cukup banyak juga yaitu :

 Fa (firma), suatu organisasi yang modalnya dari hasil bersama dan jika ada kerugiaan

maka yang bertanggung jawab adalah tanggung jawab bersama.

 CV, memiliki dua bagian yaitu Aktif atau Pasif yang maksudnya jika Aktif yang

menanamkan modalnya ke suatu organisasi ini juga ikut serta dalam berorganisasi, dan

Pasif yang menanamkan modal tidak ikut serta dalam berorganisasi ini.

 PT, memiliki berbagai macam seperti tbk yang artinya organisasi ini terbuka dan dapat

dimiliki oleh pihak luar.

 Koperasi, suatu organisasi yang melakukan kegiatan simpan pinjam pada setiap

anggtonya.

 Kartel, yaitu suatu perkumpulan dari beberapa organisasi atau perusahaan yang

bergerak dibidang sama yang membuat perjanjian tertentu agar tidak terjadi persaingan

yang tidak seimbang.

 Join Venture, suatu organisasi yang beranggotakan beberapa Negara.

 Trust, yaitu gabungan dari beberapa perusahaan agar lebih kuat dari yang

sebelumnya.

 Holding Company, Suatu gabungan saham yang biasanya mengawasi 1 atau lebih

perusahaan, dan mengawasinya dengan keseluruhan.


Organisasi sosial


Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang

berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi

masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-

sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak

dapat mereka capai sendiri.


Ciri-ciri organisasi sosial


Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Formalitas, merupakan ckhh

organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan,

ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.

1. Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan

wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki

kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada

organisasi tersebut.

2. Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak

anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal),

gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.

3. Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama

daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.

Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan

dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:

1. Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan

diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan

yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi

dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus

memenuhi aspirasi anggotanya.

2. Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya

apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai

organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain

sebagainya.

3. Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas

masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.

Jadi, dari beberapa ciri organisasi yang telah dikemukakan kita akan mudah membedakan yang

mana dapat dikatakan organisasi dan yang mana tidak dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar